Janjang Saribu, Tembok Raksasa ala Sumatera Barat

  Rating: 0 ( 0 Votes)
Dikirimkan pada 12 Dec, 2015 | Dibaca: 540 | Nomor Artikel: #0644
Sarankan Laporkan Print Favorit

The Great Wall of China atau tembok rakasa Cina merupakan salah satu keajaiban dunia yang menyedot perhatian turis dari seluruh penjuru dunia. Namun anda tidak perlu jauh-jauh datang ke Cina untuk menikmatinya, karena di Indonesia sendiri, tepatnya di kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat terdapat sebuah tembok raksasa yang tidak kalah menarik, walaupun memang tidak sepanjang dan selebar tembok raksasa di Cina.

Janjang Saribu nyatanya sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda dan awalnya masih dibuat dari bambu.

janjang saribu

Janjang Saribu yang berarti Tangga Seribu merupakan sebuah landmark baru di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat. Usia dari bangunan ini sendiri diperkirakan sudah mencapai ratusan tahun. Janjang Saribu telah ada sejak jaman penjajahan Belanda, yang pada saat itu dipergunakan sebagai jalan pintas yang menghubungkan antara Koto Gadang dan Bukittinggi.

Banyak pedagang yang masyarakat sekitar menggunakannya sebagai jalan menuju ke Bawah Bukittinggi dan Pasa Ateh. Salah satu sumber menyebutkan bahwa Janjang ini dibangun pada tahun 1814, dimana pada saat itu Janjang ini dibuat dengan menggunakan bambu yang ditopang dan ditata rapi dan bukan berupa tangga batu seperti saat ini.

Perubahan Janjang Saribu menjadi Great Wall of Koto Gadang diprakarsai oleh putra asli Sumatera Barat tanpa menggunakan APBD melainkan dana beliau pribadi.

Popularitas Janjang Saribu memang bisa dibilang baru dimulai beberapa tahun belakangan ini. Hal ini disebabkan karena banyak orang mulai mengenal keberadaannya setelah dilakukan renovasi besar-besaran pada tahun 2013. Renovasi dan rehabilitasi di sepanjang kawasan Ngarai Sianok, Jalan Jembatan dan juga Janjang Saribu Koto Gadang telah berhasil memberikan tampilan baru pada Janjang ini.

jenjang seribu

Konstruksi Janjang dibuat mirip dengan Tembok Besar Cina sehingga tidak heran bila kemudian namanya juga turut berubah menjadi Great Wall of Koto Gadang atau Tembok Besar Koto Gadang. Perbaikan dari Janjang Saribu merupakan ide dari bapak Tiffatul Sembiring yang pada masa itu menjabat sebagai Menkominfo. Sebagai putra asli Bukittinggi, beliau memiliki ide untuk membangun kembali Janjang Saribu menjadi jauh lebih baik dan lebih nyaman untuk dilewati. Hal yang menarik mengenai renovasi Janjang Saribu adalah dana yang dipergunakan bukan merupakan dana APBN atau dana APBD melainkan dana pribadi dari Tiffatul Sembiring dan beberapa pihak lain.

Kepenatan menaiki ribuan anak tangga akan terbayarkan ketika kamu melihat kemegahan The Great Wall of Koto Gadang

Kemegahan Great Wall of Koto Gadang merupakan hal pertama yang akan menarik mata setiap pengunjung. Bila kamu berkunjung ke tempat ini, kamu akan disambut oleh pintu gerbang yang cukup megah, yang menandai awal perjalanan kamu.

Panjang jejeran Janjang Saribu atau Great Wall of Koto Gadang sekitar 780 meter dengan jumlah anak tangga yang mencapai ribuan. Perjalanan sepanjang Janjang akan memakan waktu sekitar 30 menit dimana kamu harus menempuh ribuan anak tangga yang pada beberapa lokasi terbilang cukup curam.

Tidak perlu khawatir mengenai fasilitas umum, karena di lokasi ini sudah terdapat berbagai fasilitas seperti area khusus untuk pejalan kaki, mushalla, kamar mandi, toko-toko yang menjual berbagai perlengkapan dan tidak lupa pula pula berbagai toko yang menawarkan souvenir khas dari Koto Gadang pada khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya.

Bila kamu berkunjung ke Sumatera Barat, sempatkan diri untuk datang ke Janjang Saribu. Jangan lupa untuk menyiapkan fisik dan stamina untuk menyusuri ribuan anak tangga yang ada di Great Wall of Koto Gadang.

Artikel Terkait