Terdorong Kata Ang dan Kau, haruskah kalian bercerai?

  Rating: 0 ( 0 Votes)
Dikirimkan pada 27 Aug, 2015 | Dibaca: 801 | Nomor Artikel: #0603
Sarankan Laporkan Print Favorit

Perceraian  tak selalu disebabkan oleh hal besar dan penting. Terkadang hal remeh bisa menyebabkan perceraian jatuh. Apa lagi saat emosi tak terkontrol. Misalnya kata ‘ang’ yang diucapkan isteri pada suaminya, atau sebaliknya kata ‘kau’ yang dilontarkan suami pada isteri.  Pasalnya kedua kata tersebut dianggap sebagai penghinaan dan kedurhakaan.

Ada seorang isteri yang minta bercerai dengan suaminya. Saking seriusnya pakaian milik suaminya dibungkus pakai karung dan ditarok di luar rumah. Ini pertanda dia tak mau lagi hidup bersama dengan suaminya. Ternyata sebabnya, ada pertengkaran kecil. Lalu dar mulut suami terlontar kata kau pada isterinya. Marah sampai ke pangkal leher. “Baru pertama kali aku di ‘perkaukan’ oleh seseorang. Ini suami macam apa, panggil kau pada isterinya”, katanya.

Begitu pula suami. Isterinya memanggilnya dengan panggilan ‘ang’. Lantas marahnya bukan main. “Kalau kau ulangi lagi, akan kuceraikan kan kau”, katanya. Si isteri yang sudah naik darah ditambah lagi suaminya berkau ke dia, dia pun bertambah kalut. jangakan berhenti, malah dia panggil ang kepada suaminya berkali-kali. Sehingga terjadi kegaduhan lebih jauh yang menjurus pada perceraian.

Di Minangkabau panggilan ang terhadap suami (laki-laki yang lebih tua) atau kau terhadap isteri (wanita) dianggap pelecehan. Pada hal kalau dilihat lebih jauh tentu ditemukan fakta menarik. Ang misalnya, bisa jadi sama dengan ‘hang’ semacam panggilan terhormat di negeri-negeri Melayu lainnya. Begitu juga awaang yang lebih keras dari ang di Brunai juga panggilan kehormatan (Awang). Begitu juga kau, di Deli adalah panggilan biasa yang terkadang diucapkan pada siapa saja. Sedang ulama-ulama tua masa dulu di Minangkabau menerjemahkan kata anta atau ka dalam bahasa Arab dengan kata angkau. Buya hamka sampai ketika bercerama membaca engkau dengan angkau.

Bisa jadi pula kata ang dan kau merupakan pecahan dari angkau. Yang bertai panggilan pada seseorang lawan bicara.

Kembali pada topik di atas, mestikah bercerai karena kata ang atau kau yang terlontar? Saya kira sungguh tidak. Maafkanlah pasangan anda walaupun dia memanggil ang atau kau di dalam marahnya. Ketika anda mendengar lantas anda marah maka sebaiknya anda berwudhu’. Dan setelah suasana normal berbicaralah baik-baik. Jangan sampai anda bercerai, karena sesungguhnya itu sebuah keteledoran dalam berbicara. Dan keteledoran karena ketaksengajaan tak boleh membuat anda kehilangan cinta.

Perkataan tersebut tak harus membuat anda bercerai. Apa lagi bertengkar keras dengan pasangan anda. Istighfar saja. Kata-kata kasar yang anda ucapkan tidaklah menambah kemuliaan, justru merendahkan martabat para pengucapnya. Karena itu, ibarat membawa mobil ketika anda sedang marah maka yang perlu anda perhatikan adalah rem yang dapat menghentikan kata-kata anda.

Oleh: Ibnu Aqi D.Ghani

Artikel Terkait