Aisjah Girindra

  Rating: 0 ( 0 Votes)
Dikirimkan pada 03 Aug, 2015 | Dibaca: 497 | Nomor Artikel: #0598
Sarankan Laporkan Print Favorit

Aisjah Girindra (lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 7 Oktober 1935; umur 79 tahun) adalah seorang guru besar biokimia dan pakar makanan halal asal Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai Direktur LPPOM Majelis Ulama Indonesia dan Presiden Dewan Halal Dunia (World Halal Council).

Kehidupan

Aisjah lahir dari pasangan Oemar Ali Sidi Maharaja dan Siti Marhamah yang berasal dari Minangkabau. Pada tahun 1952, ia pergi merantau ke Jakarta dan melanjutkan pendidikannya di SMA Budi Utomo. Tak lama kemudian ia mengikuti kakaknya di Bogor dan menamatkan SMA disana. Setamat SMA ia melanjutkan kuliah ke Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Indonesia, Bogor hingga menamatkannya pada tahun 1962.

Setelah itu Aisjah langsung mengabdi di almamaternya. Tahun 1973 ia berhasil memperoleh gelar Doktor Biokimia Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan disertasi berjudul "Faktor anti-Triptik Kedelai". Gelar ini sekaligus juga menjadikannya sebagai doktor wanita pertama di Program Pasca-Sarjana IPB.

Di IPB, Aisjah menjabat sebagai Ketua Jurusan Kimia FMIPA IPB, serta merintis terbentuknya Program Studi Biokimia Jurusan Kimia FMIPA IPB dan Program Studi Bioteknologi Program Pasca Sarjana IPB. Di dua program studi tersebut, ia ditunjuk sebagai pemimpinnya.

Tanggal 1 Desember 1993, Prof. Dr. Aisjah Girindra diangkat sebagai Direktur LPPOM MUI menggantikan Dr. Amin Azis, setelah sebelumnya menjabat sebagai tenaga ahli di MUI. Dalam memimpin LPOM dan melakukan proses sertifikasi halal, ia banyak melibatkan tenaga ahli seperti dari bidang biokimia, dokter hewan, teknologi pangan, teknologi industri, dan ahli pertanian. Banyaknya pihak yang terlibat dalam proses penentuan kehalalan suatu produk, maka LPPOM dikenal sebagai salah satu lembaga yang paling ketat di dunia dalam mengeluarkan sertifikasi halal. Sebagai Direktur LPPOM, Aisjah sering menjadi pembicara di acara seminar yang membahas sertifikasi halal.

Pada tahun 1999 ia mendirikan Dewan Halal Dunia, sekaligus sebagai Presiden pertama lembaga tersebut. Dewan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi yang lebih mendalam serta menghasilkan suatu standar baku dalam proses audit kehalalan sebuah produk.

Artikel Terkait