Syafi'i Maarif

  Rating: 0 ( 0 Votes)
Dikirimkan pada 15 May, 2014 | Dibaca: 928 | Nomor Artikel: #0498
Sarankan Laporkan Print Favorit

Nama Lengkap : Syafi'i Maarif

Alias : Buya Syafi'i

Profesi : -

Agama : Islam

Tempat Lahir : Sumpurkudus, Sumatera Barat

Tanggal Lahir : Jumat, 31 Mei 1935

Zodiac : Gemini

Hobby : Menulis

Warga Negara : Indonesia


Istri : Hj. Nurcholifah
BIOGRAFI


Selain Gus Dur yang dikenal sebagai "Bapak Bangsa", Ahmad Syafi'i juga dikenal sebagai "Bapak Bangsa" karena sikapnya yang plural, kritis dan bersahaja. Banyak sekali kendala yang ditemukan Syafi'i di masa sekolahnya. Di mana ketika ia akan masuk SMA di Yogyakarta, Syafi'i ditolak karena asal SMP-nya yang dari desa Lintau di Sumatera Barat, yang dianggap tidak memiliki mutu. Kemudian ia mendaftar ke Madrasah Muallimin Muhammadiyah di kota yang sama di mana di sekolah itu juga terlahir kader-kader da'i Muhammadiyah. Selama di sekolah itu pula, Syafi'i seau mendapat peringkat satu. 

setelah tamat dari SMA, Syafi'i melanjutkan pendidikan di Universitas Islam HOS Cokroaminoto Fakultas Hukum, lalu pindah ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan JUrusan Sejarah IKIP Yogyakarta. Kecintaannya pada sejarah, membuat Syafi'i mengikuti Program Master di Departemen Sejarah Universitas Ohio, AS. Sementara gelar dokternya diperoleh dari Program Studi Bahasa dan Peradaban Timur Dekat, Universitas Chicago, AS, dengan disertasi Islam as the Basis of State: A Study of the Islamic Political Ideas as Reflected in the Constituent Assembly Debates in Indonesia.

Keahliannya sebagai sejarawan,ahli filsafat dan agamawan (ulama) telah menjadikannya sebagai manusia pembelajar, guru pembawa obor moral bangsa. Syafi'i kaya akan kearifan sejarah dan filsafat. Pesan, pemikiran dan pandangan serta kritiknya sangat terasa bening dan tulus. Dia tidak pernah terlihat mengusung beban kepentingan diri dan atau kelompoknya.

Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Agung RI (1999-2003) dan pendiri Ma'arif Institute, ini tidak pernah segan menyampaikan kritik dan pandangan atas sesuatu yang dianggapnya perlu diperbaiki, baik kepada penguasa, ulama maupun sahabat dan kerabat dekat sendiri. Dia juga tidak pernah terlihat lelah dalam menyampaikan ide-ide dan gagasan-gagasan baru tentang berbagai masalah lalu mempublikasikan dan mendiskusikannya dengan publik.

Dia selalu membanggakan diri sebagai anak kampung, anak desa. Meski telah meraih gear profesor doktor dan telah menjelajah berbagai belahan dunia. Kisah kehidupan tentang si anak kampung ini telah dibuat novelnya oleh penulis Damiem Demantra dan difilmkan serta meraih penghargaan di America Internacional Film Festival.

Riset Dan Analisa Oleh Nur Laila

PENDIDIKAN
  • SR Negeri Sumpur kudus (1947)
  • Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Sumpur kudus
  • Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Lintau
  • Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta (1956)
  • Fakultas Sejarah dan Kebudayaan Universitas Cokroaminoto Surakarta (BA; 1964)
  • Jurusan Sejarah, IKIP Yogyakarta (S1, 1968)
  • Jurusan Sejarah, Ohio University, Athens, Ohio, AS, (MA, 1980)
  • Pemikiran Islam, Universitas Chicago, Amerika Serikat, (Ph.D, 1983)
KARIR
  • Guru Bahasa Inggris dan Indonesia SMP di Baturetno, Surakarta (1959-1963)
  • Guru Bahasa Inggris dan Indonesia SMA Islam Surakarta (1963-1964)
  • Dosen Sejarah dan Kebudayaan Islam Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (1964-1969)
  • Dosen IKIP Yogyakarta (1967-1969)
  • Asisten dosen paruh waktu Sejarah dan Kebudayaan Islam di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta (1969-1972)
  • Asisten Dosen Sejarah Asia Tenggara IKIP Yogyakarta (1969-1972)
  • Dosen paruh waktu Sejarah Asia Barat Daya IKIP Yogyakarta (1973-1976)
  • Dosen senior Filsafat Sejarah IKIP Yogyakarta (1983-1990)
  • Profesor tamu di University of Iowa, AS (1986)
  • Dosen senior (paruh waktu) Sejarah dan Kebudayaan Islam IAIN Kalijaga, Yogyakarta (1983-1990)
  • Dosen senior (paruh waktu) di UII Yogyakarta (1984-1990)
  • Dosen senior (paruh waktu) Sejarah Ideologi Politik Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta (1987-1990)
  • Dosen senior (pensyarah kanan) di Universitas Kebangsaan Malaysia (1990-1994)
  • Dosen senior Filsafat Sejarah IKIP Yogyakarta (1992-1993)
  • Profesor tamu di McGill University, Kanada (1992-1994)
  • Profesor Filsafat Sejarah IKIP Yogyakarta (1996)
  • Wakil Ketua PP Muhammadiyah (1995-1998)
  • Ketua PP Muhammadiyah (1998)
  • Pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia
  • Pemimpin Redaksi majalah Suara Muhammadiyah Yogyakarta (1988-1990)
  • Anggota Staf Ahli jurnal Ummul Qur'an (1988)
PENGHARGAAN
  • Magsaysay Award, 2008
  • Habibie Award dalam Bidang Harmonisasi Kehidupan Beragama,2010

Artikel Terkait