Ahlul Faradish Resha Si Penghadang Situs Porno

  Rating: 0 ( 0 Votes)
Dikirimkan pada 15 May, 2014 | Dibaca: 1198 | Nomor Artikel: #0496
Sarankan Laporkan Print Favorit

Programer blog situs porno

Oleh Maryulismax (http://maryulismax.wordpress.com)

SOAL memblokir situs porno, sebenarnya urang Minang patut berbangga. Jauh sebelum Menkominfo M Nuh memproklamirkan pernyataan bakal memblok situs orang dewasa itu, jauh-jauh hari ranah Minang telah 'melahirkan' seorang anak brilian yang mampu membikin software pemblokir situs itu. Dialah Ahlul Faradish Resha S.Si kelahiran Payokumbuah, 8 Juni 1985 yang menimba ilmu di Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta.
Ahlul telah membikin software yang disebutnya site blocker. Software ini termasuk sepuluh nominator dan mendapatkan anugerah penghargaan Youth National Science and Technology dalam Festival Pemuda Berprestasi 2006 Bidang Iptek berbasis Imtaq yang diselenggarakan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. Meraih penghargaan Pemuda berprestasi 2006, dan karena bikin pengembangan dari software tersebut, akhirnya pada tahun 2007 pas hari sumpah pemuda dia dianugrahi penghargaan khusus bagi pemuda di bidang teknologi informasi dan komunikasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

Hebatnya anak muda yang satu ini, program site blocker yang dibuatnya itu bisa di-download secara gratis dari web pribadinya( http://ahlul.web.id ). Ketika dihubungi melalui yahoo messanger (YM) kemarin, dia mengaku tidak tahu sudah berapa banyak orang yang mengunduhnya (mendownload-red). Sama halnya dengan ketidaktahuan dia, sudah berapa banyak orang yang tertolong untuk membasmi virus dengan menggunakan antivirus Shampoo Anti Brontok generasi awal antivirus yang pernah dibuatnya.

Soal bagaimana sistem kerjanya, dalam blognya dia menjelaskan, Kebanyakan orang mengira saya melakukan pemblokiran berdasarkan kata atau gambar pada sebuah website, jika digolongkan tidak baik maka akan diblokir. Nah padahal bukan demikian. Lebih dari itu, program ini akan memblokir secara langsung dari isi keseluruhan sebuah situs yang dianggap mengandung informasi negatif. Sedangkan data situsnya tentu saja sudah dimasukkan ke dalam program Site Blocker tersebut. Dengan demikian, walaupun file situs yang diblokir diakses dari situs lain insya Allah juga tidak akan bisa diakses.

Sukses dengan site blocker, Ahlul melakukan pengembangan terbaru. Sebuah pemblokir situs yang bisa diterapkan dengan tipe klien-server. Program ini sangat cocok untuk diterapkan pada sistem komputer jaringan.
Ya secara teori satu server itu bisa melayani 65 ribuan klien. Banyak bukan? katanya.
Untuk cara kerja software ini berbeda dengan site blocker. Karena lebih mudah lantaran tidak perlu menginputkan data semua nama situs, tapi hanya keyword atau bagian katanya saja. Selain itu software ini dilengkapi dengan sistem SMS yang akan mengirimkan SMS kepada admin jika ada klien yang mengakses situs porno.

Fasilitas ini akan sangat menarik sekali jika diterapkan di Laboratorium Komputer Sekolah. Bisa jadi pas guru ke luar lab, siswanya pada usil. Pas si siswa lagi akses (situs porno), software akan memberitahukan langsung ke HP gurunya bahwa si A di komputer sekian sedang melakukan akses situs porno. Selain itu software di server juga akan langsung mengambil layar saat ada klien yang mengakses situs porno. Jadi pada kejadian di atas, si siswa ndak bisa mengelak karena memang ada bukti, jelasnya.
Sama halnya dengan site blocker, kata Ahlul, software terbarunya juga bisa diunduh secara gratis di blognya. Daripada susah-susah bikin dan beli program ataupun membajak, ayo kunjungi blog pemuda kreatif ini. (max)

http://maryulismax.wordpress.com/2008/04/09/orang-minang-yang-bikin-pemblokir-situs-porno/#more-253HiAhlul

Faradish Resha
Ciptakan Pengadang Situs Porno

Oleh : Yuyuk Sugarman (Sinar Harapan.co.id )

Yogyakarta, Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan 85% lebih transaksi seks, baik itu transaksi penjualan foto, video, bahkan objek seks itu sendiri, dilakukan lewat internet. Mereka membuka situs-situs porno dan lantas melakukan transaksi itu sembari menikmati tayangan. Nah di Indonesia, jika diamati perkembangannya juga tidak kalah cepat.

Buktinya, seorang pimpinan sebuah instansi pemerintah mengeluh karena banyak karyawannya yang ketika istirahat selalu membuka internet dan mengakses situs-situs porno. Para karyawan ini juga tak malu-malu dan justru mengundang rekan kerjanya untuk menikmati situs porno dengan cekikikan.

Tak bisa dipungkiri, pornografi memang telah melanda di negeri ini. Penikmatnya, tak hanya orang dewasa atau orang tua, tapi juga anak-anak. Jujur saja, akses untuk tulisan maupun gambar-gambar yang seronok namun aduhai begitu mudah seiring kemajuan teknologi yang bernama internet. Mereka dengan mudah pula mengakses lewat warnet yang kini menjamur di seantero negeri ini. Tidak diragukan lagi moral bangsa ke depan tengah terancam saat ini.

Beranjak dari keprihatinan ini, seorang anak muda yang kini tengah kuliah di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (Mipa) UGM, Ahlul Faradish Resha, membuat program yang bisa memblokir situs-situs porno di komputer. Jika sudah diblokir, walaupun file situs tersebut diakses dari situs lain Insya Allah juga tidak akan bisa di akses, kata Ahlul yang juga menciptakan Programmer Antivirus Kangen, Riyani Jangkaru, Shampoo Anti Brontok-sebuah antivirus pertama untukmenghentikan penyebaran virus Brontok 2005-dan juga Sabun Anti Dekil.

Program site blocker yang ia ciptakan selalu bisa meng-up date sendiri. Dalam pengakuan Ahlul (25), program yang hanya diciptakan dalam satu hari saja ini juga meraih juara I Festival Pendidikan Berprestasi yang digelar Menegpora, 13 Desember 2006 lalu.
Mengenai cara kerjanya, Ahlul menuturkan perangkat lunak ini bekerja memanfaatkan Sistem Operasi sendiri, seperti Windows98, WindowsXP, Linux, Max OS dan lain-lain. Ada sebuah file yang menjadi referensi bagi sebuah komputer untuk mengakses sebuah situs. Nah dengan mempermainkan file tersebut jadilah site blocker tersebut.

Bagi yang sudah belajar teknologi informasi bisa mencoba mencari referensi tentang file hosts di sistem operasi tersebut, ungkapnya.
Menurut Ahlul, site blocker yang ia ciptakan dan hanya berukuran 540 kilobyte (Kb) itu bersifat database. Artinya, situs-situs yang diblokir tergantung apa saja yang sudah dimasukan dalam program. Sehingga jika ada situs porno baru yang belum ada dalam basis data, maka program memang tidak bisa memblokir. Jika mau memblokirnya, situs-situs porno yang baru itu bisa bisa dimasukkan ke program yang kemudian di-up date dengan cara yang mudah dan mandiri.

Untuk lebih jelasnya, tuturnya, orang bisa mengakses ahlul_amc@yahoo.co.id atau http://ahlul.web.id. Kami juga punya komunitas di internet, tambahnya. Ahlul pada kesempatan itu juga menegaskan dirinya akan memberikan kepada siapa saja yang membutuhkan program antisitus porno ini secara cuma-cuma. Ia juga tak mempunyai pikiran untuk mendaftarkan hak paten ciptaannya itu.

Bagaimana ya., kita tahu untuk mempatenkan perlu uang Rp. 3,5 juta, tapi akhirnya nanti juga dibajak. Kita tahu mental bangsa ini yang identik dengan pembajak kan? Makanya lebih baik digratiskan saja. Dengan gratis, justru bermanfaat bagi saya untuk mencari nama, mempublikasikan diri sendiri, tutur Ahlul, anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan Herman Aliunir dan Reswita.

Pun juga Ahlul mengungkapkan program ini hanya bisa dilakukan secara personal. Jika dilakukan secara global, akan terkendala regulasi di masing-masing negara, mungkin juga kerja sama dengan pemerintah belum begitu bagus. Karena itu kami memikirkan, bagaimana menciptakan cara pemblokiran yang paling mudah dan bisa dilakukan oleh personal, tuturnya.

Sebetulnya pula, pemblokiran terhadap situs porno ini juga bisa dilakukan oleh para provider. Seandaikan provider mau melakukan itu sangat bagus, tapi berani tidak ditinggalkan penggunanya? Ini tergantung kemauan dan niat baik dari masyarakat dan juga pemerintah, katanya lagi.( Ahlul Faradish Resha Si Penghadang Situs Porno )

 

Artikel Terkait